ReraNews.id, Mataram – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional dengan menempati posisi lima besar dalam Indeks Zakat Nasional (IZN) 2026. Dalam penilaian tersebut, BAZNAS NTB meraih skor 0,83 dengan predikat Sangat Baik, serta mencatat nilai tinggi pada dimensi makro sebesar 0,89.
Capaian ini mencerminkan bahwa sistem pengelolaan zakat di NTB telah berada pada tahap yang matang, berkelanjutan, dan memiliki kapasitas untuk terus berkembang secara stabil di masa mendatang.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kinerja progresif BAZNAS NTB. Ia menilai, pencapaian tersebut tidak sekadar angka, melainkan representasi dari tata kelola zakat yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Capaian ini mencerminkan kualitas tata kelola, kekuatan kolaborasi, serta konsistensi dalam menghadirkan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara BAZNAS daerah, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dan para muzaki. Optimalisasi aspek regulasi, literasi, dan penguatan jaringan dinilai menjadi fondasi penting bagi peningkatan dampak zakat ke depan.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan peran strategis zakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, zakat merupakan instrumen yang cepat, tepat sasaran, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di NTB telah berada pada jalur yang tepat. Zakat adalah instrumen pembangunan yang efektif dan berdampak langsung,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS NTB, Lalu M. Iqbal Murad, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak. Ia menegaskan komitmen BAZNAS NTB untuk terus berbenah dan memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Kami menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas dampak program pemberdayaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ke depan, BAZNAS NTB akan memfokuskan upaya pada digitalisasi database zakat, peningkatan efektivitas program pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kemitraan untuk mengoptimalkan potensi zakat di daerah.
Indikator Kinerja Unggul
Berdasarkan laporan IZN, sejumlah indikator utama menunjukkan kinerja unggul BAZNAS NTB, di antaranya:
- Regulasi dan dukungan APBN/APBD: 1,00 (Sangat Baik)
- Literasi dan dakwah zakat: 0,85 (Sangat Baik)
- Indeks tata kelola: 0,82 (Sangat Baik)
- Penguatan jaringan: 0,81 (Sangat Baik)
- Indeks dampak zakat: 0,80 (Baik)
- Database zakat: 0,74 (Baik)
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun kinerja telah sangat kuat, masih terdapat ruang penguatan, khususnya pada aspek digitalisasi dan pengelolaan data.
Pengelolaan Zakat Berkelanjutan
Secara keseluruhan, nilai 0,83 menempatkan BAZNAS NTB dalam kategori sustainable (berkelanjutan). Artinya, sistem pengelolaan zakat yang dibangun tidak hanya efektif saat ini, tetapi juga adaptif dalam menghadapi tantangan jangka panjang.
Sebagai informasi, Indeks Zakat Nasional (IZN) merupakan instrumen resmi yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk mengukur kinerja pengelolaan zakat di seluruh Indonesia, mencakup dua dimensi utama, yaitu makro (dukungan regulasi dan anggaran) serta mikro (tata kelola dan dampak zakat).
Dengan capaian ini, BAZNAS NTB semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lembaga pengelola zakat terdepan di Indonesia, sekaligus mempertegas peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor: ReraNews.id
















Leave a Reply