ReraNews.id, Mataram – Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan Bumi Gora, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Rabu (27/5), dirangkaikan dengan pengumuman resmi perolehan hewan kurban oleh BAZNAS Provinsi NTB.
Di hadapan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, serta ribuan jemaah, Ketua BAZNAS NTB, Lalu Muhamad Iqbal Murad, menyampaikan daftar kontribusi hewan kurban yang berasal dari jajaran pimpinan daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, hingga sektor swasta.
“Izinkan kami dari BAZNAS Provinsi NTB membacakan jumlah penghimpunan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah,” ujarnya.
Gubernur NTB menyumbangkan satu ekor sapi dengan berat 970 kilogram. Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, juga menyalurkan satu ekor sapi dengan bobot yang sama, yakni 970 kilogram. Sementara itu, Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, mengurbankan satu ekor sapi seberat 750 kilogram.
Selain unsur pimpinan daerah, sejumlah kepala OPD dan instansi mitra turut berpartisipasi dengan menyalurkan masing-masing satu ekor sapi. Di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala Dinas PUPRPKP, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, hingga Inspektorat NTB.
Kontribusi hewan kurban juga datang dari Kepala BKAD, Kepala Bapenda, Direktur RSUD NTB, Direktur RS Mutiara Sukma, Direktur RS Mata NTB, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Direktur RS Mandalika, General Manager Angkasa Pura I, Kepala Dinas LHK, serta Kepala Pelaksana BPBD NTB.
Dari sektor perbankan dan swasta, jajaran Direksi Bank NTB Syariah menyumbangkan tiga ekor sapi, sementara PT Telkom Mataram menyalurkan satu ekor sapi.
Tidak hanya sapi, BAZNAS NTB juga menghimpun hewan kurban berupa kambing dari sejumlah instansi. Di antaranya Kepala Dinas Kesehatan satu ekor, Kepala Dinas PMPD Dukcapil dua ekor, Kepala Satpol PP satu ekor, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah satu ekor, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa satu ekor, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat satu ekor, General Manager Lombok Raya tiga ekor, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM satu ekor, serta Sayap Putih Nasional dua ekor.
Ketua BAZNAS NTB menegaskan, seluruh hewan kurban yang terhimpun akan disalurkan melalui tiga pola distribusi strategis dengan mengedepankan prinsip pemerataan.
Pertama, hewan kurban akan disalurkan ke desa-desa yang masuk kategori wilayah kemiskinan ekstrem.
Kedua, distribusi dilakukan kepada masyarakat umum melalui masjid dan organisasi sosial kemasyarakatan.
Ketiga, sebagian hewan kurban akan diolah menjadi daging kaleng siap saji untuk kemudian diberikan kepada mustahik dan masyarakat di daerah terpencil dengan tingkat kemiskinan ekstrem.
Langkah inovatif pengalengan daging kurban ini dilakukan sebagai bentuk intervensi logistik pangan, khususnya untuk wilayah-wilayah terpencil di NTB yang sulit dijangkau menggunakan distribusi daging segar.
“Dengan cara menjadikan hewan kurban setelah disembelih menjadi daging kalengan siap saji. Insyaallah nanti bisa kita orkestrasi untuk daerah-daerah kemiskinan ekstrem di NTB,” jelasnya.
Menurutnya, satu ekor sapi rata-rata dapat menghasilkan sekitar 250 kaleng daging siap saji. Dengan demikian, apabila terdapat 10 ekor sapi yang diolah, maka akan menghasilkan kurang lebih 2.500 kaleng daging.
Sementara itu, untuk distribusi konvensional berupa daging segar, satu ekor sapi diperkirakan dapat menjangkau sekitar 100 penerima manfaat.
Proses distribusi daging kaleng diperkirakan baru akan berjalan sekitar satu bulan setelah penyembelihan. Hal tersebut karena BAZNAS NTB bekerja sama dengan jaringan BAZNAS di Tangerang yang telah berpengalaman dalam proses pengalengan daging kurban.
“Itu dilakukan di daerah Tangerang. Mereka sudah dipercaya dan selama ini sudah berjalan, sedangkan NTB baru bergabung tahun ini,” ungkapnya.
Terkait jumlah kaleng yang akan diterima masyarakat, BAZNAS NTB menyatakan masih akan menyesuaikan dengan total sasaran penerima manfaat agar distribusi dapat dilakukan secara proporsional dan merata.
Editor: ReraNews.id

















Leave a Reply