Advertisement

Kabid PTKP HMI Gowa Raya Desak Evaluasi Kabaintelkam Polri: Di Mana Fungsi Deteksi Dini?

ReraNews.id, Jakarta – Aksi Greenpeace di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menjadi momentum evaluasi fungsi deteksi dini intelijen Polri. Muh. Thafdil Wirawan S., Kabid PTKP HMI Gowa Raya, mempertanyakan efektivitas pemantauan, analisis situasi, dan sistem peringatan dini dalam membaca dinamika aksi publik.

Sorotan tersebut disampaikan Thafdil melalui pernyataan bertajuk “Evaluasi Kabaintelkam Polri: Di Mana Fungsi Deteksi Dini?”. Ia menilai, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri perlu memastikan fungsi intelijen berjalan optimal, tidak hanya dalam mengumpulkan informasi, tetapi juga dalam menganalisis perkembangan situasi dan memberikan rekomendasi kepada pimpinan.

Menurut Thafdil, evaluasi perlu diarahkan pada proses kerja intelijen, mulai dari ketersediaan informasi awal, ketepatan analisis, penyampaian peringatan, hingga koordinasi antarinstansi.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemunculan aksi Greenpeace di ruang publik tidak serta-merta menjadi bukti kegagalan intelijen. Penilaian terhadap kinerja institusi, menurut dia, harus didasarkan pada fakta dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang harus dievaluasi bukan sekadar apakah aksi terjadi, melainkan apakah sistem deteksi dini bekerja sesuai mandatnya,” demikian penekanan dalam pernyataan tersebut.

Thafdil juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi intelijen dan perlindungan hak warga negara. Dalam sistem demokrasi, kebebasan berekspresi dan hak menyampaikan pendapat secara damai tetap harus dihormati.

Karena itu, kritik maupun aksi damai tidak semestinya secara otomatis diperlakukan sebagai ancaman. Evaluasi terhadap kesiapan aparat perlu dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum dan hak masyarakat.

Ia menilai, keterbukaan mengenai kesiapan institusi, kualitas koordinasi, dan efektivitas sistem peringatan dini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kepolisian.

“Deteksi dini harus berbasis informasi. Evaluasi harus berbasis bukti. Profesionalisme harus menjadi ukuran,” demikian penegasan Thafdil dalam pernyataannya.

Editor: ReraNews.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *