Advertisement

Independensi HMI Diuji di Kongres

ReraNews.id, Makassar – Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Gowa Raya, Muh. Thafdil Wirawan S., menyoroti dugaan intervensi politik eksternal dalam dinamika Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia mengingatkan agar forum tertinggi organisasi itu tidak menjadi ruang bagi kepentingan partai politik.

Dugaan pengaruh politik yang dikaitkan dengan Partai Gerindra menjadi perhatian dalam persoalan independensi organisasi. Kongres, menurut dia, semestinya menjadi arena pertarungan gagasan, adu visi kepemimpinan, serta penentuan arah organisasi berdasarkan konstitusi dan kehendak kader.

“HMI bukan sayap partai politik. Kongres HMI bukan ruang untuk memperluas pengaruh kekuasaan. Siapa pun yang mencoba mengarahkan keputusan organisasi melalui kepentingan eksternal harus dipertanyakan secara terbuka dan kritis,” demikian pernyataan dalam sikapnya.

Independensi HMI, menurut dia, tidak cukup dipertahankan melalui slogan dalam forum formal. Prinsip itu harus tercermin dalam proses pengambilan keputusan dan keberanian kader menjaga organisasi dari tekanan pihak luar.

Ia juga mengingatkan agar suara kader tidak tersisih oleh kepentingan elite. Transparansi dan kepatuhan terhadap konstitusi organisasi, kata dia, menjadi hal penting untuk memastikan kongres berlangsung secara demokratis.

“Jangan sampai suara kader dikalahkan oleh kepentingan elite. Jangan sampai forum tertinggi organisasi berubah menjadi arena perebutan pengaruh politik. HMI harus tetap berdiri di atas kaki sendiri, bukan menjadi alat legitimasi kekuasaan siapa pun,” ujarnya.

Ia mendorong panitia dan peserta kongres memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan organisasi. Keputusan kongres, menurut dia, harus lahir dari mekanisme yang sah, bukan karena tekanan atau kepentingan pihak eksternal.

Persoalan ini bukan semata-mata menyangkut satu partai politik, melainkan juga menyangkut komitmen HMI dalam menjaga independensi di tengah dinamika politik nasional.

“Kekuasaan boleh berganti, kepentingan politik boleh berubah, tetapi independensi organisasi tidak boleh diperjualbelikan,” demikian penegasan dalam pernyataan tersebut.

Editor: ReraNews.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *