ReraNews.id, Kabupaten Luwu Timur – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Luwu Timur disorot karena dinilai belum menunjukkan pergerakan organisasi. Hingga kini, sejumlah agenda penting, seperti rapat kerja (Raker) dan pelantikan resmi kepengurusan, masih belum memiliki kepastian.
Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan. PPI bukan sekadar wadah silaturahmi para purna paskibraka, melainkan organisasi yang memiliki peran strategis dalam membina generasi muda yang telah ditempa melalui proses Paskibraka.
Roda Organisasi Dipertanyakan
Belum terlaksananya Raker membuat arah program kerja PPI Luwu Timur dipertanyakan. Agenda pembinaan dan kegiatan organisasi yang semestinya menjadi ruang bagi para purna untuk mengembangkan potensi juga dinilai belum berjalan optimal.
Muhammad Rafiki, PPI 2017, mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian. Menurut dia, organisasi harus memiliki arah yang jelas agar potensi para purna paskibraka tidak berhenti tanpa wadah untuk berkembang.
“Sangat disayangkan jika potensi kader-kader terbaik yang ditempa setiap tahunnya harus terbuang sia-sia hanya karena pengurusnya stagnan. Organisasi ini butuh arah, butuh Raker, dan kepastian pelantikan agar bisa bergerak,” kata Muhammad Rafiki.
Menurut Rafiki, pelantikan dan Raker bukan sekadar agenda seremonial. Keduanya menjadi bagian penting untuk memastikan kepengurusan memiliki legitimasi, menyusun program kerja, serta menentukan arah organisasi ke depan.
Menanti Titik Terang
Ketidakjelasan agenda tersebut kini menunggu langkah konkret dari jajaran pengurus maupun pihak yang memiliki kewenangan dalam pembinaan PPI Kabupaten Luwu Timur.
Percepatan pelantikan dan pelaksanaan Raker dinilai menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali roda organisasi. Dari forum tersebut, kepengurusan diharapkan dapat menyusun program yang terukur, termasuk agenda pembinaan dan pemberdayaan para purna paskibraka.
PPI Luwu Timur diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepengurusan. Organisasi ini dituntut mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus berkontribusi setelah menyelesaikan tugas sebagai anggota Paskibraka.
Kini, yang ditunggu bukan sekadar kepastian pelantikan. Lebih dari itu, adalah arah organisasi dan kerja nyata. Tanpa keduanya, potensi para purna paskibraka dikhawatirkan hanya akan tersimpan sebagai catatan tanpa agenda.
Editor: ReraNews.id

















Leave a Reply