Foto: Asean All
ReraNews.id, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kabut asap lintas batas.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam keterangannya pada 18 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Bernama, kantor berita nasional Malaysia, pada 19 Oktober 2026.
Anwar menyebut Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel dan berbagai aset untuk menangani karhutla. Menurut dia, penanganan bencana dalam skala besar bukan pekerjaan mudah.
“Saya mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia yang mengerahkan puluhan ribu anggota dan berbagai aset untuk menangani bencana ini. Bukan tugas yang mudah,” kata Anwar, sebagaimana dikutip Bernama.
Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesediaannya untuk membantu Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan masalah kabut asap yang berpotensi melintasi batas negara.
Selain bantuan bilateral, Malaysia mengusulkan penguatan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN agar penanganan kebakaran hutan dan kabut asap lintas batas dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya Malaysia mendorong kerja sama regional dalam menghadapi persoalan kabut asap yang berdampak terhadap sejumlah negara ASEAN.
Sementara itu, Badan Pengelolaan Bencana Negara Malaysia (NADMA) sebelumnya juga memuat informasi mengenai penguatan kerja sama Malaysia dan Indonesia dalam menangani persoalan jerebu.
Pernyataan Anwar tersebut sekaligus menunjukkan bahwa isu karhutla Indonesia dipandang sebagai persoalan yang memiliki dampak lintas batas dan membutuhkan koordinasi antarnegara.
Editor: ReraNews.id














Leave a Reply