reraNews.id, Kabupaten Bima – Sebuah kasus penyalahgunaan identitas dan kepercayaan melibatkan orang yang mengaku sebagai koordinator pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Madapanga, Kabupaten Bima, telah terjadi. Oknum tersebut diduga telah membawa kabur mobil milik M. Amin, warga Desa Ragi, Kecamatan Palibelo, setelah menyewa kendaraan tersebut selama beberapa bulan.
Kronologis Kejadian
Amin sebagai korban mengungkapkan kronologis awal kejadian saat ditemui awak media di kediamannya. Menurutnya, sekitar 6 hingga 7 bulan yang lalu, seseorang yang menyatakan diri bernama Andri Agustina, S.E., datang dan mengaku bekerja sebagai Kordinator Pendamping PKH Kecamatan Madapanga.
“Pelaku tersebut meminta untuk menyewa mobil saya dengan kesepakatan biaya lima juta rupiah per bulan. Karena dia menyebutkan bekerja untuk program pemerintah PKH, saya merasa aman dan mempercayakan mobil saya padanya,” ujar Amin.
Pada awalnya, pelaku memenuhi kesepakatan dan membayar biaya sewa sesuai janji. Namun, sejak sekitar dua bulan terakhir, pelaku mulai tidak lagi menghubungi Amin dan tidak melakukan pembayaran. Hingga hari ini, kontak pelaku tidak dapat dihubungi dan mobil yang disewakan juga tidak dikembalikan. Mobil yang hilang adalah jenis mobil penumpang Avanza warna putih dengan plat nomor NTB ** XY.
Masyarakat Mengajak Kadis Dinas Sosial Kabupaten Bima Segera Ambil Tindakan Tegas
Korban dan masyarakat sekitar Desa Ragi mengajak Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka menekankan bahwa kejadian seperti ini dapat merusak citra pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
“Kita khawatir kasus ini akan membuat masyarakat menjadi tidak percaya lagi terhadap pemerintah yang sebenarnya Kami mengharapkan Kadis Sosial segera melakukan klarifikasi dan mengambil langkah tegas, termasuk memastikan apakah pelaku benar-benar terkait dengan program PKH atau hanya menggunakan nama tersebut untuk memperoleh kepercayaan,” ujar salah satu warga Desa Ragi.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Bima terkait langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kasus ini maupun untuk memanggil oknum yang mengaku sebagai pendamping PKH tersebut. Korban akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan awal untuk melacak pelaku dan mobil yang hilang.
Editor: reraNews.id

















Leave a Reply