Di tengah upaya reformasi birokrasi Kabupaten bima, muncul pertanyaan mendasar terkait penempatan sumber daya manusia pada sektor kesehatan:
Mengapa jabatan strategis di Dinas Kesehatan di Kabupaten Bima tidak secara optimal diisi oleh individu yang memiliki latar belakang dan kompetensi di bidang kesehatan, padahal terdapat banyak generasi tenaga kesehatan yang potensial dan relevan?
Fenomena ini menunjukkan adanya potensi ketidaksesuaian antara kualifikasi profesional dengan posisi jabatan yang diemban.
Dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia, kondisi tersebut dapat mengindikasikan belum optimalnya penerapan sistem merit, di mana kompetensi, kualifikasi, dan pengalaman seharusnya menjadi dasar utama dalam pengisian jabatan publik.
Tenaga kesehatan yang dibekali dengan pemahaman dalam Kesehatan Masyarakat dan praktik klinis, memiliki keunggulan dalam memahami kompleksitas masalah kesehatan secara komprehensif.
Potensi ini menjadi aset strategis yang seharusnya diberdayakan secara maksimal dalam proses pengambilan kebijakan.
Ketika peluang tersebut tidak dimanfaatkan, maka negara berisiko kehilangan keunggulan epistemik yang sangat dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan yang berbasis bukti.
Namun demikian, penting untuk diakui bahwa kepemimpinan birokrasi tidak hanya ditentukan oleh latar belakang keilmuan, tetapi juga oleh kapasitas manajerial, integritas, dan kemampuan koordinasi lintas sektor.
Oleh karena itu, perdebatan ini seharusnya tidak berhenti pada dikotomi “tenaga kesehatan versus non-kesehatan”, melainkan diarahkan pada bagaimana memastikan bahwa setiap individu yang menempati jabatan strategis benar-benar memenuhi standar kompetensi yang relevan, baik secara teknis maupun manajerial.
Dengan demikian, optimalisasi peran generasi tenaga kesehatan tidak hanya menjadi isu representasi profesi, tetapi juga menyangkut efektivitas kebijakan publik.
Reformasi birokrasi yang ideal harus mampu membuka ruang yang adil dan kompetitif bagi tenaga kesehatan yang kompeten, sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan strategis di sektor kesehatan tetap berpijak pada landasan ilmiah dan kebutuhan nyata masyarakat.
Penulis: Abdarabbi Ners
Editor: ReraNews.id

















Leave a Reply