Advertisement

Refleksi Sejarah: Ansor Kirana Tegaskan May Day Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Momentum Perjuangan Buruh

Dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, Ansor Kirana selaku Formatur Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Kabupaten Bima menegaskan bahwa May Day bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Ia menekankan bahwa May Day merupakan simbol perjuangan panjang kaum buruh dalam menuntut hak, keadilan sosial, dan perlakuan yang layak dari pengusaha maupun pemerintah.

Dalam pernyataan resminya pada kegiatan peringatan May Day di lapangan terbuka Kabupaten Bima, Senin (1 Mei 2026), Ansor Kirana menyampaikan refleksi mendalam tentang makna historis peringatan ini.

“May Day bukan sekadar momen berkumpul atau acara rutin tahunan. Di baliknya ada sejarah panjang penuh pengorbanan. Banyak pekerja mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi hak-hak dasar mereka. Ini adalah bukti bahwa perubahan lahir dari perjuangan,” ujarnya.

Asal-Usul dan Sejarah May Day

Ansor Kirana menjelaskan bahwa peringatan May Day berakar dari kondisi kerja yang tidak manusiawi pada abad ke-19, khususnya di Amerika Serikat.

Saat itu, buruh dipaksa bekerja selama 14–16 jam per hari dengan upah rendah dan tanpa jaminan keselamatan kerja. Kondisi ini memicu aksi mogok besar-besaran di Chicago pada tahun 1886, yang melibatkan lebih dari 400 ribu pekerja.

Aksi tersebut menuntut:

  1. Pengurangan jam kerja menjadi 8 jam per hari
  2. Upah yang layak
  3. Kondisi kerja yang aman

Perjuangan ini memakan korban jiwa, namun akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 1889, konferensi internasional di Paris menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

“Sejarah menunjukkan bahwa hak-hak buruh yang kita nikmati hari ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan besar,” tegasnya.

Kondisi Buruh di Kabupaten Bima

Dalam refleksinya, Ansor Kirana juga menyoroti realitas buruh di Kabupaten Bima yang masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

1. Pemenuhan Hak Dasar

Masih banyak pekerja yang menerima upah di bawah standar serta belum mendapatkan hak seperti:

  • Cuti
  • Hari libur
  • Jaminan kesehatan dan hari tua

2. Kondisi Kerja

  • Lingkungan kerja yang belum memenuhi standar keselamatan masih sering ditemukan, terutama di sektor usaha kecil dan menengah.

3. Akses Perlindungan Hukum

  • Banyak pekerja kesulitan mendapatkan bantuan hukum karena keterbatasan pengetahuan dan biaya.

4. Work-Life Balance

  • Jam kerja yang panjang membuat pekerja kesulitan menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga.

May Day sebagai Momentum Perjuangan

Ansor Kirana menegaskan bahwa May Day harus menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan, bukan sekadar mengenang sejarah.

“Perjuangan buruh tidak berhenti di masa lalu. Tantangan terus berkembang, sehingga diperlukan gerakan yang lebih terorganisir, sadar, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan ini merupakan tanggung jawab bersama:

  • Pemerintah: Menegakkan hukum dan kebijakan pro-buruh
  • Pengusaha: Menjamin keadilan dan kesejahteraan pekerja
  • Masyarakat & organisasi: Memberikan dukungan dan pengawasan

Peran HMI MPO

HMI MPO Cabang Kabupaten Bima menyatakan komitmennya untuk:

  • Mengawal isu-isu ketenagakerjaan
  • Mengawasi implementasi kebijakan
  • Memberikan advokasi kepada pekerja

“Perjuangan keadilan sosial adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus menyuarakan aspirasi buruh dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ansor Kirana.

Harapan ke Depan

Di akhir pernyataannya, Ansor Kirana berharap May Day menjadi momentum perubahan nyata.

“Kita berharap kondisi kerja di Kabupaten Bima semakin baik, hak buruh terpenuhi, dan keadilan sosial benar-benar terwujud. Selama masih ada ketidakadilan, perjuangan harus terus dilakukan,” tutupnya.

Tulisan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk organisasi pekerja dan tokoh masyarakat yang mendukung upaya memperjuangkan hak dan keadilan bagi kaum buruh.

Penulis: Ansor Kirana

Ketua HMI MPO Cabang Kabupaten Bima

Editor: ReraNews.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *