Advertisement

LPG dan BBM Langka, BEM UIT Soroti Pemerintah

ReraNews.id, Makassar – Kelangkaan LPG dan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan menjadi sorotan Presiden Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Muh. Taufiq. Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi sistem perencanaan stok, distribusi, dan pengawasan energi.

Taufiq mengatakan kelangkaan LPG dan BBM tidak boleh terus berulang. Menurut dia, kedua komoditas tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah kesulitan mendapatkan LPG dan BBM, berarti ada persoalan yang harus segera dijelaskan dan diselesaikan pemerintah. Masyarakat tidak membutuhkan alasan yang berulang, tetapi kepastian bahwa kebutuhan mereka tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Taufiq.

Ia menilai gangguan pasokan tidak hanya menyulitkan rumah tangga. Kelangkaan BBM juga dapat menghambat mobilitas masyarakat, transportasi, distribusi barang, dan aktivitas pelaku usaha.

Taufiq meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat koordinasi dengan Pertamina, agen, pangkalan, dan jaringan distribusi. Ia juga mendesak pengawasan terhadap LPG dan BBM bersubsidi diperketat untuk mencegah penimbunan serta permainan harga.

“Pemerintah harus turun melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Jangan sampai data di atas kertas menyatakan stok aman, sementara masyarakat harus berkeliling mencari LPG atau mengantre mendapatkan BBM,” katanya.

Menurut Taufiq, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemerintah mencocokkan data ketersediaan dengan situasi riil di lapangan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan pasokan tidak hanya tersedia secara administratif, tetapi benar-benar dapat diakses masyarakat.

Sebagai Presiden Mahasiswa UIT, Taufiq mengatakan mahasiswa akan terus mengawal persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kami akan mengawal persoalan ini. Pemerintah harus memastikan masyarakat Sulsel mendapatkan LPG dan BBM secara mudah, dengan harga yang wajar dan distribusi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan BEM UIT akan memantau perkembangan kelangkaan tersebut di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Pemerintah bersama pihak terkait diminta segera memastikan stabilitas pasokan dan memperbaiki mekanisme distribusi agar persoalan serupa tidak kembali berulang.

Editor: ReraNews.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *