ReraNews.id, Makassar – Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur melantik pengurus periode 2026–2027 pada Ahad, 13 September 2026. Pelantikan dirangkaikan dengan upgrading, rapat kerja, dan stadium generale tentang relevansi gerakan kesehatan mahasiswa Islam.
Kegiatan berlangsung di Ruang Molar, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar. Sejumlah pengurus HMI Cabang Makassar Timur dan pimpinan komisariat turut hadir.
Sekretaris Umum HMI Cabang Makassar Timur, Rendi Pratama, mengatakan keberhasilan lembaga tidak semata diukur dari program kerja yang terlaksana. Menurut dia, regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
“Keberhasilan suatu lembaga bukan hanya diukur dari keberhasilan program kerja yang terealisasi, melainkan mampu melahirkan regenerasi berkelanjutan yang dapat menjalankan estafet roda kepemimpinan,” kata Rendi.
Rendi juga menyebut LKMI sebagai salah satu Lembaga Pengembangan Profesi di HMI Cabang Makassar Timur yang menunjukkan progresivitas dalam menjalankan peran kelembagaan.
Dalam sambutan demisioner Direktur LKMI periode sebelumnya yang disampaikan Muhammad Raid Nabhan, LKMI disebut memiliki posisi strategis sebagai ruang kader HMI untuk mengembangkan pengetahuan dan mengaktualisasikan keilmuan di bidang kesehatan.
“LKMI adalah tempat di mana kader-kader HMI mengasah ilmu pengetahuannya di lingkup kesehatan,” ujar Raid.
Direktur LKMI HMI Cabang Makassar Timur periode 2026–2027, Randi Maulana, menekankan pentingnya kerja kolektif dalam menjalankan organisasi. Menurut dia, kepemimpinan tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh elemen kepengurusan.
“Berjalannya suatu organisasi dalam satu periodesasi kepengurusan bukan hanya dari pemimpin saja, melainkan kerja sama kolektif dari seluruh elemen pengurus,” kata Randi.
Ia juga mengapresiasi Steering Committee dan tim kerja pelantikan yang terlibat sejak penyusunan konsep hingga pelaksanaan kegiatan.
Koordinator Team Work Pelantikan, Andi Muhammad Aflah, kemudian menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang terlibat.
Gerakan Kesehatan diuji
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan stadium generale pada pukul 13.40 WITA. Forum itu menghadirkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, drg. Erni Marlina, Ph.D., Sp.PM (K), dan Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, M.KM.
Diskusi mengangkat tema “Menakar Relevansi Gerakan Kesehatan Mahasiswa Islam di Tengah Problematika Kesehatan Bangsa”. Persoalan kesehatan masyarakat dan peran mahasiswa kesehatan menjadi pokok pembahasan.
Erni mengatakan gerakan hanya akan tetap relevan jika mampu membaca perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Gerakan, kata dia, juga harus menghasilkan solusi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Gerakan yang relevan adalah gerakan yang mampu membaca zaman, memahami kebutuhan masyarakat, dan hadir dengan solusi nyata,” ujarnya.
Menurut Erni, LKMI tidak cukup menjadi ruang diskusi persoalan kesehatan. Lembaga itu perlu menggabungkan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, pengabdian, dan keberanian untuk bekerja langsung di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa kesehatan bukan hanya persoalan medis, melainkan juga persoalan kemanusiaan.
“Jangan hanya menjadi kader yang memahami persoalan kesehatan. Jadilah kader yang hadir, bergerak, dan memberi dampak,” kata Erni.
Andi Alfian mengatakan pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan tenaga kesehatan, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri menghadapi persoalan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Perkembangan teknologi digital juga menuntut LKMI beradaptasi. Menurut dia, LKMI perlu menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi, bukan sekadar tempat berkumpul mahasiswa kesehatan.
“Relevansi LKMI dapat dibangun melalui kemampuan membaca masalah kesehatan masyarakat, menghadirkan pendekatan berbasis ilmu dan bukti, serta menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam tindakan nyata,” ujar Alfian.
Ia mendorong kader LKMI memanfaatkan teknologi sebagai instrumen pengabdian. Kader, kata dia, dapat memulai dari mengidentifikasi masalah kesehatan, membangun kolaborasi lintas disiplin, mendampingi masyarakat, hingga menciptakan inovasi.
“Jangan hanya menjadi generasi yang memahami masalah kesehatan. Jadilah generasi yang berani mengambil peran, menghadirkan solusi, dan meninggalkan dampak,” katanya.
Rangkaian pelantikan, upgrading, rapat kerja, dan stadium generale ditutup dengan doa bersama.
Pelantikan pengurus baru LKMI HMI Cabang Makassar Timur periode 2026–2027 menjadi awal bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi dan mendorong gerakan kesehatan yang tidak berhenti pada ruang intelektual, tetapi diwujudkan melalui pengabdian dan kerja nyata di masyarakat.
Editor: ReraNews.id

















Leave a Reply